Aside

Sore ini, langit di Kota Jambi diguyur hujan… Lebat.. Sayup terdengar banyak yg mengucap syukur “alhamdulillah”… Di FB, Twitter, BBM mengabarkan status temen-temen di seputaran Kota Jambi “horeee hujaaan…”

Kamipun sangat berbahagia. Kabut asap yg beberapa minggu ini menyelimuti kota Jambi, saat ini tidak terasa.. Kabut jahat yg telah membuat mata anakku, Ais, iritasi mendadak sirna…

Intinya: kami bahagia…

Namun, teringat tulisan dikoran “Jambi Ekspress” beberapa hari yg lalu, yg mengabarkan bahwa akan ada kebijakan membuat hujan buatan.. Biaya yg dikucurkan sekitar 3,5M.. Mahalkah?

Disebelahku, istriku, mengucap : “alhamdulillah… syukurlah.. Mudah2an kebakaran hutan dibeberapa lokasi di kota jambi bisa segera padam”

Bagiku, ucapan syukur istriku menghapus memory bahwa itu hujan bernilai 3,5M…. Cukup itu bagiku..

Kota Jambi, 8 September 2012

Hujan 3,5 Milyar Rupiah

Malam Lebaran 1433 H..

Terdengar takbir bersahut-sahutan disekitar rumah.. Suasana lebaran sudah membungah didadaku. Tapi ada yg terasa perih didalam kalbu. Apakah itu?

(Kota Jambi, 18 Agustus 2012 pukul 19.00)

PROTRET EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI JAMBI

Pelemahan nilai rupiah saat ini terhadap dollar AS mengakibatkan masalah perekonomian. Importir membutuhkan valuta asing lebih banyak jika nilai rupiah melemah terhadap dollar AS. Sehingga tingginya biaya impor juga akan mengakibatkan harga barang impor ikut naik. Kondisi neraca transaksi berjalan juga mulai tertekan.

Paket kebijakan ekonomi pemerintah yang diluncurkan beberapa waktu yang lalu, diharapkan dapat mengatasi kondisi perekonomian yang goncang setelah melemahnya rupiah. Paket kebijakan tersebut berupa mendorong ekspor melalui pemberian “additional deduction tax” sekaligus menurunkan impor, memberikan insentif industri padat karya, mengubah tata niaga impor daging dan sapi dan produk hortikultura, dan penyederhanaan perizinan dalam hal investasi.

Disaat seperti ini, pengendalian impor dan peningkatan ekspor memang dirasa paling efektif untuk mengatasi permasalahan neraca transaksi berjalan ini. Untuk itu menjadi sangat menarik untuk mengetahui bagaimana potret ekspor-impor Indonesia khususnya di Provinsi Jambi. Produk dari Provinsi Jambi apa saja yang diminati oleh konsumen di luar negeri? Negara mana saja yang menjadi sahabat Provinsi Jambi dalam melakukan ekspor dan impor? Bagaimana kualitas ekspor yang ada di Provinsi Jambi? Ketiga pertanyaan tersebut sangat menarik untuk dikaji sehingga ekspor-impor kita bisa memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dewasa ini, tidak ada satupun negara/daerah didunia ini yang sanggup memenuhi kebutuhannya sendiri. Begitu juga tidak semua produksi dalam negeri yang melimpah disuatu negara akan terserap habis oleh penduduknya. Oleh sebab itu, diantara negara/daerah akan terjadi simbiosis dalam pemenuhan kebutuhan domestiknya ataupun untuk daerah pemasaran produksinya. Beranjak dari situlah kita mengenal istilah ekspor dan impor.

Ekspor merupakan bagian penting dari perdagangan internasional. Kegiatan ekspor impor merupakan salah satu faktor penentu roda perekonomian suatu negara/wilayah. Impor adalah aliran perdagangan suatu komoditi dari negara lain karena ketidaksanggupan produksi domestik untuk memenuhi kebutuhan domestiknya. Impor yang dilakukan adalah untuk memenuhi konsumsi dalam negeri dan diharapkan juga dapat untuk proses produksi sehingga menambah pemasukan di usaha ekspor. Dengan demikian impor tetap sejalan dengan produksi orientasi ekspor.

KOMODITAS ANDALAN
Karet kertas, CPO, Batubara dan Pinang merupakan komoditas andalan Provinsi Jambi selain minyak dan gas bumi. Karet, didominasi oleh SIR yang merupakan gumpalan-gumpalan karet mentah. SIR ini akan diolah menjadi ban, sarung karet, dll di luar negeri. Batubara digunakan untuk menghidupkan pabrik-pabrik dan pembangkit tenaga listrik di luar negeri.

Komoditas non migas diatas merupakan produk pertanian dan pertambangan yang ada di Provinsi Jambi. Dengan peningkatan produk pertanian dan pertambangan ini diharapkan kesejahteraan produsen (petani) juga meningkat. Akan tetapi yang menjadi fokus tambahan adalah bagaimana rantai perdagangan dari petani sampai ke eksportir. Jangan sampai mata rantai perdagangan yang berliku-liku tidak merefleksikan peningkatan kesejahteraan petani.

SAHABAT EKSPOR-IMPOR
Dari data ekspor yang ada, pengusaha kita dapat mengetahui di negara-negara mana saja produk kita sangat diminati. Selain itu, juga bisa memperkirakan arah ekspansi ekspor yang perlu dikembangkan kedepannya.

Selama lima tahun terakhir negara tujuan ekspor dari Provinsi Jambi didominasi negara-negara di benua Asia. Sebagian besar produk-produk dari Provinsi Jambi meluncur ke negara Singapura, Thailand, Malaysia, Jepang, dan Cina.

Negara Singapura menjadi berlabuhnya pinang, karet olahan (SIR), kopi dan rempah-rempah, CPO, dan batubara dari Provinsi Jambi. Negara Thailand menjadi negara yang juga meminta CPO, kopra serta kertas/pulp. Negara Malaysia menampung kopra, CPO, batubara, pinang, kertas/pulp, kopi, arang dan kayu lapis. Negara Jepang sangat membutuhkan karet olahan (SIR) dan kayu lapis dari Provinsi Jambi. Negara Cina menjadi tujuan ekspor kertas/pulp, karet olahan (SIR), batubara, kayu lapis, dan CPO.

Produk dari negara yang paling banyak menjadi sumber impor Provinsi Jambi adalah Cina, Singapura, Malaysia, Amerika dan Jepang. Produk-produk yang diminta digunakan untuk proses produksi sehingga menambah pemasukan di usaha ekspor. Dengan demikian impor tetap sejalan dengan produksi orientasi ekspor

Negara Cina menyuplai kebutuhan Provinsi Jambi adalah turbin untuk mesin pembuat kertas dan bahan kimia berupa sodium hydroxide. Dari negara Singapura kita mengimpor petroleum bitumen dan mesin-mesin. Negara Malaysia kita juga mengimpor petroleum bitumen dan mesin-mesin, serta bahan makanan berupa soya bean. Negara Amerika menjadi sumber impor bahan baku untuk industri berupa acrylic polymer. Selain itu, juga suku cadang dan peralatan yang digunakan di mesin pembuat kertas.

KUALITAS EKSPOR-IMPOR
Ekspor yang berkualitas adalah ekspor yang tidak sebatas menyalurkan bahan mentah ke luar negeri tetapi sudah menjual produk hilir. Atau dengan bahasa sederhana adalah jika produk ekspor tersebut diperoleh dari kegiatan industri, khususnya industri hilir dan berupa komoditas hasil olahan akhir. Kualitas impor dikatakan lebih baik bila kita lebih banyak mengimpor produk-produk yang tidak akan menyebabkan peningkatan ketergantungan kita terhadap komoditas tertentu.

KESIMPULAN
Selain hanya meningkatkan volume dan nilai ekspor, maka kita harus mengamati bagaimana kualitas ekspor kita. Juga bagaimana meningkatkan rasio ekspor produk manufaktur kita terhadap ekspor barang mentah. Kita juga harus mengamati di negara mana saja produk-produk kita diminati. Semoga dengan peningkatan kualitas ekspor yang dilakukan juga berimbas kepada terealisasinya kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jambi.

4 Februari 2013

Senin, 4 februari 2013..

Pukul 04.30 WIB.
Segarnya air perigi membasuh kemalasan yang tercipta semenjak tadi malam. Hahh… Segerrr… Pagi ini kupanjatkan do’a yang sangat lama..
“Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kekuasaan dan bagi-Nya pujian dan Dia berkuasa atas setiap sesuatu . Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah dan tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan upaya melainkan degan keizinan Allah. Ya Allah ampunilah daku..”
Alhamdulillah… mandi pagi ini terasa lebih bersemangat.. karena, hari ini hari pertama aktif bekerja kembali setelah 1,5 tahun menimba ilmu..

Pukul 07.20 WIB.

Alhamdulillah, nyampai sudah di kantor tercinta ku.. Badan Pusat Statistik Kab Tanjung Jabung Timur. Setelah ritual handkey, kemudian kusapa sebagian besar pegawai yang sudah lama tak berjumpa.. Ada keceriaan disana… Yups… Hari ini aku mulai lagi mengabdi melalui BPS tercinta…

(terlintas iingatan harus berlari-lari kecil sepanjang jalan Kaliurang mengejar jadwal kuliah pagi)

Mindset Punakawan: Mindset Aparatur Sipil Negara

Mindset Kuswan

Insan BPS adalah brainware management yang sangat menentukan keberhasilan penyelengaraan tugas dan wewenang dari organisasi BPS. Dengan kata lain, perilaku insan BPS adalah suatu hal yang sangat utama dalam mewujudkan visi BPS sebagai Pelopor Data Statistik Terpercaya Untuk Semua. Perilaku itu terbentuk dari mindset atau pola pikir insan BPS itu sendiri.

Tulisan ini merupakan ajakan kepada seluruh pembaca untuk berusaha mengubah pola pikir menjadi lebih baik. Kita tahu bahwa pola pikir ini sangat sulit berubah dan kalaupun berubah terkadang hanya bersifat sementara, akan tetapi kita harus tetap yakin, bahwa pola pikir ini bisa diubah….!

Di masa-masa awal bekerja, kita menyadari bahwa orientasi kita sebagai PNS (baca: insan BPS) adalah orientasi sebagai pelayan dan pengayom masyarakat, yang bekerja secara profesional dan sesuai peraturan yang berlaku serta menganggap bekerja sebagai ibadah. Dengan semakin berlalunya waktu, acapkali kita sudah kehilangan orientasi kita sebagai PNS. Lalu apa yang terjadi jika kita sudah mengalami disorientasi sebagai PNS? Dan bagaimana cara kita berusaha menemukan kembali kiblat kita?

MINDSET PUNAKAWAN

Punakawan adalah gambaran menarik sebuah alternatif solutif bagi kita sebagai aparatur sipil negara atau sebagai abdi masyarakat. Istilah punakawan sudah sangat terkenal di masyarakat yang tinggal di pulau Jawa terutama suku Jawa dan suku Sunda. Punakawan adalah pengasuh, pembimbing yang memiliki kecerdasan fikir, ketajaman batin, kecerdikan akal budi, wawasan luas, sikap bijaksana dan arif dalam segala ilmu pengetahuan. Punakawan terdiri dari dua kelompok, yaitu: kelompok Ki Lurah Semar Badranaya dan kelompok Ki Lurah Togog. Kelompok Ki Lurah Semar Badrayana terdiri dari: Semar, Gareng, Petruk dan Bagong (Cepot: di Jawa Barat) dan kelompok Ki Lurah Togog terdiri dari: Togog (Tejamantri), Sarawita dan mBilung. Kelompok Ki Lurah Semar Badranaya adalah punakawan yang membimbing tokoh-tokoh protagonis, sedangkan kelompok Ki Lurah Togog adalah punakawan kontroversif karena membimbing tokoh-tokoh antagonis.

Ki Lurah Semar dan kelompoknya mempunyai tugas untuk selalu mengajak momongan nya kepada sikap saling menghargai, bersikap jujur, tulus, adil, berdedikasi kepada bangsanya, bersikap disiplin, dan konsisten terhadap kebenaran. Punakawan garis kanan ini pun acapkali menasehati para tokoh-tokoh bimbingannya untuk tidak bosan untuk terus belajar ilmu kanuragan dan ilmu kebijaksanaan kepada guru-guru terbaik disetiap jamannya, agar bisa memantaskan diri dan kompeten ketika nanti menjadi pimpinan untuk kerajaan atau kasatriyan nya. Ketika perang kembang misalnya, tokoh-tokoh protangonis ini hampir selalu kalah diawalnya, tapi kemudian dengan usulan strategi yang inovatif dari punakawan kanan ini akhirnya bisa memenangkan pertempuran. Punakawan kanan ini mempunyai tugas yang “lumayan mudah”, karena mengajak kebaikan kepada orang baik.

Lain ceritanya dengan para punakawan kelompok kiri, yaitu kelompok Ki Lurah Togog (Tejomantri), Sariwita dan mBilung. Kelompok ini mendapat tugas yang lebih berat, yaitu mengingatkan para momongan nya agar tidak berbuat kerusakan, kesewenang-wenangan dan perbuatan negatif lainnya. Tokoh-tokoh antagonis seperti para Kurawa, Prabu Dasamuka, Prabu Niwatakawaca, Raden Kangsa, selalu mendapat nasehat agar selalu menjauhi sikap negatif seperti tidak berfoya-foya, berlaku boros, merespon suatu masalah dengan hati yang panas, mudah marah bila dikritik, dan bekerja dengan serampangan. Meskipun menghadapi keburukan sikap para momongannya, namun punakawan kiri ini tidak berputus asa dan pantang menyerah.
Kedua belah punakawan ini mempunyai tugas yang berbeda namun sesungguhnya sama-sama mulia, yaitu mengajak kepada kebaikan dan mengajak untuk menjauhi keburukan. Sesungguhnya pola pikir, sikap dan perbuatan yang dilakukan punakawan ini adalah sesuatu yang harus juga dilakukan oleh kita sebagai aparatur sipil negara (baca: insan BPS).

MENEMUKAN KEMBALI KIBLAT

Sebagaimana penyakit lupa, disorientasi dan degradasi moral acapkali tidak terasa bagi yang mengalaminya, namun sesungguhnya sangat merugikan bagi lingkungannya. Untuk itu, jika kita melihat telah banyak insan BPS yang terindikasi mengalami degradasi moral dan disorientasi, maka kita harus makin peduli kepada rekan-rekan kita tersebut.

Kita harus mau menjadi PUNAKAWAN untuk rekan-rekan kita, baik menjadi punakawan kanan maupun punakawan kiri. Kita mengajak rekan kerja kita untuk terus berbuat kebaikan atau kahreping rahsa dan mengajak untuk menjauhi sikap-sikap tidak terpuji. Intinya, kita harus peduli kepada semua rekan kerja kita, baik yang sedang “bermasalah” ataupun tidak.

Sebagaimana para punakawan yang mencontohkan diri sendiri dahulu sebelum mengajak kepada para momongan-nya, kita juga harus berusaha untuk selalu berperilaku mulia seperti: jujur, tulus, adil, dedikatif, disiplin, konsisten, bersikap responsif serta saling menghargai sebelum mengajak rekan kerja kita. Selain itu, bekerja secara efektif, efisien, sistemik, selalu meningkatkan kompetensinya, menjauhi sikap-sikap tidak terpuji, bekerja penuh inovasi, dan berbuat dengan penuh tanggungjawab adalah sikap yang harus dicontohkan.

Tanpa kita sadari, banyak terdapat pepeling/ajaran warisan leluhur bangsa kita yang mempunyai muatan nilai adiluhung, serta kaya akan makna alegoris tentang spiritual-moralitas seperti tokoh-tokoh punakawan. Dengan belajar dari budaya kita sendiri, ternyata kita mempunyai koleksi alternatif solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam berorganisasi dan kehidupan sehari-hari.

Akhirnya, adanya fenomena degradasi moral dan disorientasi yang terjadi dalam organisasi BPS akan mampu diatasi, jika dan hanya jika semua insan BPS mau dan mampu merubah mindset negatif menuju mindset yang lebih baik. Mindset insan BPS yang benar akan membawa perilaku yang terpuji. Semoga BPS yang kita banggakan ini mempunyai insan-insan yang selalu mempunyai orientasi atau kiblat yang benar dan mempunyai gumeleng agolong-gilig (kebulatan tekad) mewujudkan visi BPS sebagai Pelopor Data Statistik Terpercaya Untuk Semua.

Semoga BPS semakin membawa manfaat bagi bangsa dan negara Indonesia.

Salam PIA.

Ada Kisah dalam Perjalanan Jambi-Muara Sabak

Hari ini kamis (16 Agustus 2012) kami bersama istri (@desi_desnayanti)melakukan rutinitas yang sangat menyenangkan, yaitu: naik motor berduaan menuju kantor di Muara Sabak. Jarak Jambi- Muara Sabak kurang lebih 60 km harus kami tempuh selama kurang lebih satu jam.

Perjalanan menuju kantor ini merupakan salah satu moment membahagiakan. Kok bisa ???

Ya bisa dunk… Kan selama perjalanan (sejam) kami berdua banyak mendiskusikan banyak hal, mulai dari urusan makanan sampai peribadahan.. Semua komplit kita bahas…

Banyak sekali hal yg bisa kami diskusikan.. Apapun hasil akhirnya.. Ditemukan solusi, masih dalam tahap wacana, bahkan banyak yg masih kami sengaja gantung untuk perjalanan berikutnya..

Diskusi-diskusi ringan inilah yang justru sering menghadirkan solusi briliant..

Allah… Hamba bersyukur, karena bisa memperoleh nikmatMu dengan cara yg menyenangkan ini…

(Muara Sabak, 16 Agustus 2012)

PAWIYATAN

Selamat datang di website Kuswan Gunanto

 

Mencari cikal si anak dara
Dibawah sarang burung tempua,
Salam kenal pembuka bicara
Selamat datang untuk semua.

 
Website ini adalah jagad pandang seorang “economist and statistician”…

 
selamat menikmati…!!!!