Mindset Punakawan: Mindset Aparatur Sipil Negara

Mindset Kuswan

Insan BPS adalah brainware management yang sangat menentukan keberhasilan penyelengaraan tugas dan wewenang dari organisasi BPS. Dengan kata lain, perilaku insan BPS adalah suatu hal yang sangat utama dalam mewujudkan visi BPS sebagai Pelopor Data Statistik Terpercaya Untuk Semua. Perilaku itu terbentuk dari mindset atau pola pikir insan BPS itu sendiri.

Tulisan ini merupakan ajakan kepada seluruh pembaca untuk berusaha mengubah pola pikir menjadi lebih baik. Kita tahu bahwa pola pikir ini sangat sulit berubah dan kalaupun berubah terkadang hanya bersifat sementara, akan tetapi kita harus tetap yakin, bahwa pola pikir ini bisa diubah….!

Di masa-masa awal bekerja, kita menyadari bahwa orientasi kita sebagai PNS (baca: insan BPS) adalah orientasi sebagai pelayan dan pengayom masyarakat, yang bekerja secara profesional dan sesuai peraturan yang berlaku serta menganggap bekerja sebagai ibadah. Dengan semakin berlalunya waktu, acapkali kita sudah kehilangan orientasi kita sebagai PNS. Lalu apa yang terjadi jika kita sudah mengalami disorientasi sebagai PNS? Dan bagaimana cara kita berusaha menemukan kembali kiblat kita?

MINDSET PUNAKAWAN

Punakawan adalah gambaran menarik sebuah alternatif solutif bagi kita sebagai aparatur sipil negara atau sebagai abdi masyarakat. Istilah punakawan sudah sangat terkenal di masyarakat yang tinggal di pulau Jawa terutama suku Jawa dan suku Sunda. Punakawan adalah pengasuh, pembimbing yang memiliki kecerdasan fikir, ketajaman batin, kecerdikan akal budi, wawasan luas, sikap bijaksana dan arif dalam segala ilmu pengetahuan. Punakawan terdiri dari dua kelompok, yaitu: kelompok Ki Lurah Semar Badranaya dan kelompok Ki Lurah Togog. Kelompok Ki Lurah Semar Badrayana terdiri dari: Semar, Gareng, Petruk dan Bagong (Cepot: di Jawa Barat) dan kelompok Ki Lurah Togog terdiri dari: Togog (Tejamantri), Sarawita dan mBilung. Kelompok Ki Lurah Semar Badranaya adalah punakawan yang membimbing tokoh-tokoh protagonis, sedangkan kelompok Ki Lurah Togog adalah punakawan kontroversif karena membimbing tokoh-tokoh antagonis.

Ki Lurah Semar dan kelompoknya mempunyai tugas untuk selalu mengajak momongan nya kepada sikap saling menghargai, bersikap jujur, tulus, adil, berdedikasi kepada bangsanya, bersikap disiplin, dan konsisten terhadap kebenaran. Punakawan garis kanan ini pun acapkali menasehati para tokoh-tokoh bimbingannya untuk tidak bosan untuk terus belajar ilmu kanuragan dan ilmu kebijaksanaan kepada guru-guru terbaik disetiap jamannya, agar bisa memantaskan diri dan kompeten ketika nanti menjadi pimpinan untuk kerajaan atau kasatriyan nya. Ketika perang kembang misalnya, tokoh-tokoh protangonis ini hampir selalu kalah diawalnya, tapi kemudian dengan usulan strategi yang inovatif dari punakawan kanan ini akhirnya bisa memenangkan pertempuran. Punakawan kanan ini mempunyai tugas yang “lumayan mudah”, karena mengajak kebaikan kepada orang baik.

Lain ceritanya dengan para punakawan kelompok kiri, yaitu kelompok Ki Lurah Togog (Tejomantri), Sariwita dan mBilung. Kelompok ini mendapat tugas yang lebih berat, yaitu mengingatkan para momongan nya agar tidak berbuat kerusakan, kesewenang-wenangan dan perbuatan negatif lainnya. Tokoh-tokoh antagonis seperti para Kurawa, Prabu Dasamuka, Prabu Niwatakawaca, Raden Kangsa, selalu mendapat nasehat agar selalu menjauhi sikap negatif seperti tidak berfoya-foya, berlaku boros, merespon suatu masalah dengan hati yang panas, mudah marah bila dikritik, dan bekerja dengan serampangan. Meskipun menghadapi keburukan sikap para momongannya, namun punakawan kiri ini tidak berputus asa dan pantang menyerah.
Kedua belah punakawan ini mempunyai tugas yang berbeda namun sesungguhnya sama-sama mulia, yaitu mengajak kepada kebaikan dan mengajak untuk menjauhi keburukan. Sesungguhnya pola pikir, sikap dan perbuatan yang dilakukan punakawan ini adalah sesuatu yang harus juga dilakukan oleh kita sebagai aparatur sipil negara (baca: insan BPS).

MENEMUKAN KEMBALI KIBLAT

Sebagaimana penyakit lupa, disorientasi dan degradasi moral acapkali tidak terasa bagi yang mengalaminya, namun sesungguhnya sangat merugikan bagi lingkungannya. Untuk itu, jika kita melihat telah banyak insan BPS yang terindikasi mengalami degradasi moral dan disorientasi, maka kita harus makin peduli kepada rekan-rekan kita tersebut.

Kita harus mau menjadi PUNAKAWAN untuk rekan-rekan kita, baik menjadi punakawan kanan maupun punakawan kiri. Kita mengajak rekan kerja kita untuk terus berbuat kebaikan atau kahreping rahsa dan mengajak untuk menjauhi sikap-sikap tidak terpuji. Intinya, kita harus peduli kepada semua rekan kerja kita, baik yang sedang “bermasalah” ataupun tidak.

Sebagaimana para punakawan yang mencontohkan diri sendiri dahulu sebelum mengajak kepada para momongan-nya, kita juga harus berusaha untuk selalu berperilaku mulia seperti: jujur, tulus, adil, dedikatif, disiplin, konsisten, bersikap responsif serta saling menghargai sebelum mengajak rekan kerja kita. Selain itu, bekerja secara efektif, efisien, sistemik, selalu meningkatkan kompetensinya, menjauhi sikap-sikap tidak terpuji, bekerja penuh inovasi, dan berbuat dengan penuh tanggungjawab adalah sikap yang harus dicontohkan.

Tanpa kita sadari, banyak terdapat pepeling/ajaran warisan leluhur bangsa kita yang mempunyai muatan nilai adiluhung, serta kaya akan makna alegoris tentang spiritual-moralitas seperti tokoh-tokoh punakawan. Dengan belajar dari budaya kita sendiri, ternyata kita mempunyai koleksi alternatif solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam berorganisasi dan kehidupan sehari-hari.

Akhirnya, adanya fenomena degradasi moral dan disorientasi yang terjadi dalam organisasi BPS akan mampu diatasi, jika dan hanya jika semua insan BPS mau dan mampu merubah mindset negatif menuju mindset yang lebih baik. Mindset insan BPS yang benar akan membawa perilaku yang terpuji. Semoga BPS yang kita banggakan ini mempunyai insan-insan yang selalu mempunyai orientasi atau kiblat yang benar dan mempunyai gumeleng agolong-gilig (kebulatan tekad) mewujudkan visi BPS sebagai Pelopor Data Statistik Terpercaya Untuk Semua.

Semoga BPS semakin membawa manfaat bagi bangsa dan negara Indonesia.

Salam PIA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s